Pengertian Syarat Dan Tingkatan Dalam Mujtahid

Ijtihad berasal dari kata “al-juhd” atau “al-jahd” yang memiliki arti “athoqot” (kesanggupan dan kemampuan) dan “al-masyoqot” (kesusahan atau kesulitan). Yang memiliki dasar atas firman Allah dalam surah Yunus ayat 9 yang artinya “.... dan (mencela) orang yang tidak memperoleh (sesuatu untuk disedekahkan) selain kesanggupan.”

Imam al-amidi mengatakan bahwa pengertian ijtihad ialah mencurahkan semua kemampuan untuk mencari hukum syara' yang bersifat dhani, sampai merasa dirinya tidak mampu untuk mecari tambahan kemampuan tersebut. 

Sedangkan Pengerian ijtihad dalam arti umum ialah, sebagai kemampuan dalam menemukan ide yang baik demi permaslahatan umat muslim.

Sumber utama ijtihad ialah Al-quran dan Sunnah, karena ijtihad juga bisa di katakan sebagai penggali sumber hukum islam. Yang mana Alquran dan sunnah tersebut alah merupakan dasar hukum yang paling utama dalam agama islam.

Seseorang yang berijtihad dinamakan Mujtahid, namun tidak sembarang orang bisa seenaknya mengeluarkan pendapatnya dakam berijtihad. Sesorang sebagai mujtahid harus memenuhi syarat-syarat tersendiri, tentunya fasih dan faham sekali hukum sumber agama islam itu yakni Al-quran dan Sunnah. Ada beberapa pendapat para ulama dalam syarat-syart menjadi mujtahid dan ada yang sudah di sepakaiti dan ada yang masih deperdebadkan, adapun syarat-syarat yang sudah di sepakati ialah.

1. Mengetahui Al-quran, yang mana Alqur’an ini ialah sumber utaman hukum islam 

2. Mengetahui Asbab Al-nuzul, ialah mengetahui sebab-sebab turunya ayat-ayat Al-qur’an baik. mengetahui secara sosial maupun secara psikologis.

3. Mengetahui Nasikh dan Mansukh

4. Mengetahui As-sunnah

5. Mengetahui Ilmu diroyah Hadis, ialah mengetahui riwayat dan memisahkan hadis Shahih dari yang rusak dan hadis yang bisa ditrima dari hadis yang ditolak (Imam Ghazali).

6. Mengetahui hadis yang Nasikh dan Mansukh, di maksudkan agar mujtaid jangan sampai berpegang pada suatu hadis yang sudah jelas di hapus hukumnya dan tidak boleh di pergunakan. (contohnya seperti hadis di perbolehkannya nikah mut’ah)

7. Mengetahui asbab Al-wurud hadis

8. Faham bahasa arab

9. Mengetahui tempat-tempat ijma

10. Faham ushul fiqh

11. Mengetahui maksud dan tujuan Syariah

12. Mengenal manusia dan kehidupan di sekitarnya 

13. Bersifat adil dan takwa

Dari 13 poin diatas merupan syarat-syarat dalam mujtahid yang telah di sepakati oleh para ulam'.

Dalm mujtahid itu sendiri memiliki beberapa tingkatan yakni 

Mujtahid mutlak, yakni mujtahid yang mempunyai kemampuan untuk menggalihukum syara langsung dari sumbernya yaiutu Alquran dan Sunnah .

Mujtahid muntasib, yakni mujtahid yang menggabungkan dirinya dan ijtihad-nya dengan suatu madzhab.

Mujtahid muqoyyad, ialah mujtahid yang terikat pada  suatu imam madzhab dan tidak mau keluar dari maslah ushul maupun furu

Dan yang terakhir ialah Mujtahid murajih yakni mujtahid yang membandingkan beberpa imam mujtahid dan dipilih yang paling baik.

Dalam pengertian dan syarat-syarat di atas bawasanya seseorang untuk menjadi mujtahid itu tidaklah mudah di bayangkan. Dan apalagi di era modern sekarang ini kita juga sangat lebih sulit mencari mujtahid-mujtahid yang memenuhi krteria di zaman dahulu. Akan tetapi kita sebagai umat islam tentunya memiliki kewajban dalam tholabul ilmi untu terus menghidupkan ajaran-aran islam kelak nantinya dalam penerus generasi kita. 

Sumber: Artikel "Ijtihad sebagai alat pemecah masalah umat islam" Oleh Abd Wafi Has


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel