Rendahnya Minat Baca di Indonesia Dan Pengaruhnya Media Cetak





Sebuah opini Oleh: Taufiq Hidayat


Book, Asia, Children, Boys, Education

Di era digital saat ini tentunya membuat hal-hal sesuatu yang lebih instan, mudah, dan praktis untuk para penggunanya. Misalnya dari pengoleksi ribuan buku bacaan kini bisa peraktis di simpan dalam sebuah file. Tidak perlu menumpuk-numpuk buku di dalam rak yang memakan banyak tempat. Adapun keunggulan menyimapn di sebuah alat elektronik bisa di bawa kemana-mana. Dimanapun kita butuh di situ kita bisa membukanya setiap saat.

Di era digital ini, begitu juga dengan berita. Berita yang di terbitkan di koran-koran, majalah dan lain sebagainya yang berbentuk tulisan, justru masyarakat cenderung lebih mudah mengambil berita di media digital seperti di televisi. Selain lebih puas dan bisa sambil santai-santai istirahat tidak repot-repot membaca.

 Hal itulah yang di alami di negeri kita. kurangnya minat membaca. Perlu kita ketahui bawasanya orang-orang di indonesia ini minat bacanya urutan paling bawah ke 60 setelah thailad yang hanya 0,01% masyarakat indonesia yang hoby membaca. Sehingga cukup melihat berita-berita melalui televisi dan bahkan yang viral di  media sosial masyarakat sudah mendapatkan informasi.








Perkiraan saya semakin berkembangnya era modern ini, perkembangan digital juga semakin berkembang pesat. Sebagaimana para ilmuan berusaha menemukan hal-hal yang memudahkan seseorang untuk melakukan segala hal. Dan masyarakatpun pasti mengikuti alur perkembangan tersebut karena lebih mudah dan peraktis.

Salah satu dosen labolatorium IAIN palangkaraya pernah mengatakan. “di zaman sekarang ini kita melakukan hal sudah sangat mudah. Saya sendiri berusaha di mata kuliah saya, dan saya mengumpulkan data, tidak perlu di cetak-cetak lagi. Justru jika kita fikirkan, kita mecetak pastinya menggunakan kertas dan tanpa kita sadari satu kertas tersebut dapat mengurangi pohon yang ada di bumi ini” kurang lebih seperti itu katanya. Menurut saya memang ada benarnya. Karena kertas itu sendiri berasal dari bongkahan batang pohon.

Namun menurut saya buku-buku itu lebih penting, ia lebih terselektif. Suatu bacaan di buku dan bacaan di internet itu lebih valid di buku. Kenapa, karena di buku itu penulis membuat suatu buku itu menyediakan bahan riset yang matang kemudinan di penerbit. Selain itu juga di seleksi juga di pihak kepenerbitan, ‘layak terbit enggak buku ini’. Sedangkan di internet penulis menulis bebas. Dalam pandangan saya mungkin hanya sekitar 40% tulisan-tulisan yang ada di artikel internet itu valid, Kecuali dalam bentuk jurnal.

Telah saya katakan tadi indonesia ini minat bacanya sangat miris. Sedangkan bacaan dalam bentuk fisik saja enggan untuk membaca apa lagi dalam bentuk elektronik untuk membaca hal yang bermanfaat. Selain itu terhadap kedua pandangan ini. Jika di bandingkan membaca buku  bacaan dalam bentuk fisik dan membaca buku bacaan dalam bentuk e-book saya peribadi justru lebih bisa membaca dalam bentuk fisik. Bukan hanya saya, pernah saya tanya seorang yang hobby membaca novel saya tawari novel dalam bentuk e-book ia justru memilih mecari buku aslinya. Karena Selain nyaman di baca dan juga tidak perih di mata, ungkapnya. Dan memang demikian.

Pandanga saya, bacaan dalam bentuk elektronik dan bacan dalam bentuk fisik(buku). Justru bukulah yang lebih efektif. Selain tulisan yang berada di buku tersebut valid dan juga jelas, kita juga mengetahui latar belakang kepenulisanya. Dalam surfee saya kedua hal ini, orang memegang gadged kebanyakan sulit mencari hal-hal yang bermanfaat dalam elektronik tersebut. Belum lagi jika kita mencari ilmu dalam bentuk elektronik kita harus pandai-pandai juga dalam menangkap isi bacaan-bacaan tersebut. Karena dalam satu mesin pencarian google banyak banyak beberapa pendapat.
Dalam media elektronik juga. Kita tidak di anjurkan selalu bergantung pada elektronik. Apalagi dalam membaca, hal ini bisa mengganggu kesehatan. Termasuk kesehatan mata pada khususnya.
Maka dari itu dalam kesimpulan saya, sekaligus berharap untuk negeri ini. Marilah kita sama-sama ikut campur dalam mencerdaskan negeri ini. Kita dukung media cetak di indonesia ini terkhusus dalam bidang kepenerbitan buku. Setelah itu kita ajak bagaimana caranya penduduk negeri ini menjadi menyukai membaca, terkhusus orang-orang di sekitar kita. karena dengan membaca buku kita bisa melihat dunia.

0 Response to "Rendahnya Minat Baca di Indonesia Dan Pengaruhnya Media Cetak "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel